Prospek & Perspektif hukum waris islam…

Prospek dan Perspektif Hk. Waris Islam

 

             Dalam Rancangan Kompilasi Hukum Islam, terdiri dari tiga buku, yaitu buku I tentang Hk. Perkawinan, buku II tentang Hk. Kewarisan, dan buku III tentang Hk. Perwakafan .Di dalam hukum islam, ilmu yang mempelajari tentang hukum-hukum waris disebut dengan ilmu faraid (hk. kewarisan islam). Ilmu faraid berisi tentang aturan-aturan yang mengatur pembagian harta warisan seseorang yang meninggal dunia terhadap ahli warisnya. Di dalam ilmu faraid, bagian-bagian para ahli waris ditetapkan secara adil jumlahnya, sesuai dengan kebutuhan dan posisi kedekatan seorang ahli waris terhadap si pemilik harta. Namun, hak bagian harta waris dapat terputus kepada para ahli ahli waris pada kondisi tertentu.

Jadi, hk.waris islam → suatu hukum yang adil untuk menjawab bagaimana                                                                           menyelesaikan sengketa yang menyangkut pembagian harta                                                             warisan.

Hukum waris islam dapat menjadi salah satu alternatif penyelamat apabila suatu saat muncul pertikaian dalam proses pembagian harta warisan.

Hukum waris islam merupakan ekspresi penting hukum keluarga islam, merupakan separuh pengetahuan yang dimiliki manusia sebagaimana ditegaskan Nabi Muhammad SAW. Mengkaji dan mempelajari separuh pengetahuan manusia yang telah dan terus hidup di tengah-tengah masyarakat muslim sejak awal hingga di masa yang akan datang.

Menurut hukum waris islam, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang dapat menjadi ahli waris orang lain, yaitu:

  1. Hubungan darah dan hubungan kekerabatan (hubungan nasab)
  2. Hubungan perkawinan

 

 

 

Di samping sebab-sebab yang memungkinkan seseorang menjadi ahli waris, ada sebab-sebab yang menghalangi seseorang menjadi ahli waris:

  1. Pembunuhan yang dilakukan oleh calon ahli waris terhadap calon pewaris
  2. Perbedaan agama
  3. Karena kelompok “keutamaan” (jarak dekatnya seseorang dengan pewaris) dan “hijab”

Hukum waris islam (ilmu faraid), mengandung asas-asas yang terdapat juga dalam hukum waris buatan akal manusia di suatu daerah atau tempat tertentu. Namun, karena sifatnya sui generis (berbeda dalam jenisnya), hukum waris islam mempunyai corak sendiri. Hukum waris islam merupakan bagian agama islam dan pelaksanaanya tidak dapat dipisahkan dari iman atau kaidah seorang muslim.

Ditetapkannya hukum waris islam memiliki banyak hikmah manfaat, diantara hikmah hukum waris dalam islam adalah:

  1. Mencegahnya terjadinya pertumpahan darah akibat proses pembagian harta warisan
  2. Memberikan rasa keadilan bagi para penerima hak warisan.

Perubahan dan pembaharuan hukum waris islam telah terjadi secara nyata dalam sejarah pemikiran hukum islam, contohnya hakim dan mufti. Hakim sebagai penegak hukum memiliki posisi yang sentral dalam penerapan hukum. Hakim melalui putusan-putusannya harus dapat memberikan suatu kepastian hukum bagi masyarakat. Hakim dapat menggunakan pemikiran-pemikiran hukum islam sebagai salah satu alternatif dalam memberikan suatu putusan pengadilan, sedangkan mufti melalui fatwa-fatwa hukum.

 

Kesimpulan

Jadi, prospek kedepannya hukum waris islam dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperoleh keadilan dalam hal pembagian harta warisan selain hukum-hukum waris lainnya. Sedangkan perspektifnya, hukum waris islam merupakan bagian dari agama islam ( yang dapat melaksanakannya hanya yang beragama islam/muslim).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s